Antologi Puisi Odecya Puisi

Archive for the ‘ AnggrekBiru ’ Category

Untukmu yang terkasih,
buatlah setiap detik kebersamaan ini menjadi kisah termanis…
untukmu yang terkasih,
gengamlah dengan erat jemariku ini,
jangan pernah kau ragui lagi bahtera asmara yang telah kita layari…
badai kehidupan memang tak pernah dapat kita duga,
tapi, percayalah…
kupastikan kepada mu,
kaulah pendamping hidupku, kini, esok,
dan selamanya hingga waktu yang takkan pernah berakhir…

this poem special for Mary n someone beloved…

Disini ada janji cinta yang pernah terucap
Disini ada nanar mata yang penuh dengan harapan keindahan…
Dan disini juga ada parau kepiluan yang tak terduga…
Dulu aku pernah berkata padamu agar kita bisa menjadi insan tangguh…
namun, aral cinta memang sangat terjal…
dan kaupun tak mampu bertahan…
bisikkan sajalah untaian cintamu pada angin,
agar semua rasa ini bisa terbang sejauh mungkin…

Posted under: AnggrekBiru, Umum

Jika cinta ini menjadi sebuah keharusan

Ijinkan ia berjalan dengan kuasa MU

Saat dya berlabuh di hati ini

Mengapa aku tak kuasa untuk menolaknya

Dya datang tanpa harus bertanya

Jika ini memang fitrah dari Mu

Ijinkan ia berjalan di koridor kuasa MU

Biarkan ia berkembang

Tanpa harus ada yang terluka

Jika cinta ini harus bersemi

Di hati yang Lemah ini

Ijinkan dia tumbuh pada saat

Waktu yang telah KAU ijinkan

Karena ku tak ingin jauh dari MU

Telah lama hati ini menduakan ENGKAU

Aku tak ingin cinta ini menjadikan MU yang kedua

Beri jiwa yang lemah ini

Sebuah cinta yang menjadikan

Cinta ku pada MU bertambah

Posted under: AnggrekBiru

A s A

Disini…

hangatnya mentari tak lagi terasa…

tapi semua tau, bukan karna mentari lelah berpijar…

Dan disini…

meski tak ada yang tau…

ada hati yang perlahan mati karna asa yang mulai pupus…

dan disini, dalam diam ini…

setiap saat aku masih memikirkanmu…

aku masih sangat menyayangimu…

Posted under: AnggrekBiru, Ara, Umum, Yovan Wisnu

Tembok tebal bersekongkol dengan iblis tuk tutupi lebatnya perdu dosa,
Hingga para pendosa terbelenggu rantai maksiat dan tak lagi sanggup akui dosa.
Kehinaanpun lahirkan kehinaan….

Bintik-bintik noda zaman lemahkan nafas nurani,
Kedengkian adalah tameng yang terus menutupi keimanan.
Ah,… mungkinkah nafsu telah mampu mendikte hati kita
dan mengubah keindahan menjadi kehinaan…

Dak, 02.09

Posted under: AnggrekBiru
Next Page »