Antologi Puisi Odecya Puisi

Archive for the ‘ AnggrekBiru ’ Category

Hanya ‘kan jadikan ku abu
mengharap pelangi di musim kemarau
Hanya ‘kan jadikan ku rapuh
menunggu mentari di pekatnya mendung

Menjadikan dirimu permata
dalam buaian senandung luka
Menjadikan dirimu berlian
dalam peraduan bayang lara

Aku ingin apa adanya
sederhana kan semua bimbang
Aku mau apa adanya
biarkan hati menuntun arah

Aku ingin hujan
yang berawal tetes gerimis
Aku mau senyum
yang sungguh setulusnya

Begitu bermakna
begitu apa adanya

Posted under: AnggrekBiru, Umum

oleh: Amilia Putri

Dulu beku!

sayap sayap yang kaku & lemah..

kabarku?!  Dulu sepi & hanya suara hati. Tersedu sendiri,

kadang tak peduli!

Pada rintih hati yang mengadu pada salju & pohon mati!

Aku berjalan merunduk, bergesek daun daun berserak pilu! Mencari tawa & sungging senyum di taman taman bisu.. Tersandung & terjatuh, batu batu yang bertebar..

Kaki, terluka & berdarah…

Seabad bersama sunyi!

Dan sebelum mati, biasan kehangatan,

cairkan bau kehampaan.. ah Kaulah musim semiku…

Nafas - nafasmu yang dirindukan kupu - kupu..

Jambi, 02 oktober 2008

Posted under: AnggrekBiru

MAAFKAN AKU KARENA MELUPAKANMU

BELENGGU INI

TERUS MENGIKAT HATIKU

HINGGA AKU LUPA

MENYEBUT NAMAMU

INGIN KEBERSIHKAN HATIKU

AGAR SELALU DEKAT DENGANMU

NAMUN RASA INI

SEOLAH MEMBELOKKAN AKAL SEHATKU

OH.. ROBB

BIMBINGLAH AKU

AGAR TETAP LURUS JALANKU

DAN KUSERAHKAN SEGALANYA PADAMU

SUCIKANLAH CINTA INI

Posted under: AnggrekBiru

Saat mentari sirna
dalam pelukan seekor bidadari
Hati teriris duka
menanti sang rembulan penuhi janji

Bagai punguk merindukan bulan
terkurung beku diruang bisu
hanya diam mulut bersumpah
tubuh kaku beku termakan rindu

hancur
sirna
basi
mati

untuk seekor bidadari terkurung sepi.

Posted under: AnggrekBiru, Umum

Pijak kaki kaku di pantai
Jejak basi bisu ditelan ombak
Sang banyu perlahan berontak
Hentak kaki melangkah santai

Langit merah merekah padam
Sang surya jauh ditelan samudera
Sejauh pandang menjelang malam
Diam kaku tak bersuara

Diujung horison mengucap janji
santun kata merangkai puji
mulut bersumpah memohon do’a
do’a sang insan penikmat dunia

Jejak kaki kaku ditelan ombak
di ujung horison sang surya padam
Wahai sang Pencipta Alam
bawalah langkahku tanpa jejak

di ujung horison sang surya padam.

d@nzelismed.

Posted under: AnggrekBiru, Umum
Next Page »