<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.6.2" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Munajat Cinta</title>
	<link>http://www.munajatcinta.com</link>
	<description>Kumpulan Munajat Cinta orang Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Nov 2008 04:13:02 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Amilia Putri</title>
		<description>Aku tahu ini adalah CINTA ...
Menatap yakin menggapai asa
Meskipun, nazarmu menjadi pembatas cinta kita
 
Hari-hari yang pasti terus kita lalui
Dan tibalah, rasa suka ini berubah menjadi sayang....
 
Seberat apapun jalan kita
Yakin pada satu kekuatan cinta.....
 
Aku menyayangimu putri....
Aku siap untuk menjadi pendamping hidupmu...
Meskipun nanti takdir ku tidak memihak...
 
Maafkan, Aku ...</description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/amilia-putri/</link>
			</item>
	<item>
		<title>APA ADANYA</title>
		<description>Hanya 'kan jadikan ku abu
mengharap pelangi di musim kemarau
Hanya 'kan jadikan ku rapuh
menunggu mentari di pekatnya mendung

Menjadikan dirimu permata
dalam buaian senandung luka
Menjadikan dirimu berlian
dalam peraduan bayang lara

Aku ingin apa adanya
sederhana kan semua bimbang
Aku mau apa adanya
biarkan hati menuntun arah

Aku ingin hujan
yang berawal tetes gerimis
Aku mau senyum
yang sungguh setulusnya

Begitu bermakna
begitu apa ...</description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/apa-adanya/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Dear Nazh</title>
		<description>Dear Nazh……
Aku tahu surat ini tidak akan pernah sampai padamu. Aku tahu kau tak kan pernah membacanya dan mengerti apa yang saat ini sedang berkecambuk dalam hatiku. Bukan karena aku tak ingin kau tahu semua itu atau karena tak ingin mengirimnya untukmu. 
Aku merindukanmu, Nazh…. Tapi aku tak tahu harus ...</description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/dear-nazh/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Senandung Cinta Kupu-Kupu</title>
		<description>oleh: Amilia Putri
Dulu beku!
sayap sayap yang kaku &#38; lemah..
kabarku?!  Dulu sepi &#38; hanya suara hati. Tersedu sendiri,
kadang tak peduli!
Pada rintih hati yang mengadu pada salju &#38; pohon mati!
Aku berjalan merunduk, bergesek daun daun berserak pilu! Mencari tawa &#38; sungging senyum di taman taman bisu.. Tersandung &#38; terjatuh, batu batu yang ...</description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/senandung-cinta-kupu-kupu/</link>
			</item>
	<item>
		<title>JALAN LURUS</title>
		<description>MAAFKAN AKU KARENA MELUPAKANMU

BELENGGU INI

TERUS MENGIKAT HATIKU

HINGGA AKU LUPA

MENYEBUT NAMAMU

INGIN KEBERSIHKAN HATIKU

AGAR SELALU DEKAT DENGANMU

NAMUN RASA INI

SEOLAH MEMBELOKKAN AKAL SEHATKU

OH.. ROBB

BIMBINGLAH AKU

AGAR TETAP LURUS JALANKU

DAN KUSERAHKAN SEGALANYA PADAMU

SUCIKANLAH CINTA INI </description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/jalan-lurus/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menyusun Melodi</title>
		<description>Ada setetes gairah
Mengganggu bergemuruh
Dari desiran pasir pantai
Tapi bagi dia semua itu samar
Padahal raga tak bersua
Ini tak menyusun melodi
Lalu desah meraja
Sudahlah aku reda
Biar meredam saja
Dimana aku dulu
Biar rasa tak begini
Merendahkan hati di bukit palsu
Berhias dan merayu
Masih ada jawaban
Sedangkan kata membisu
Hanya jiwa yang resah
Lalu untuk apa seandainya
Bukankah dunia nyata

by.Midea
 </description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/menyusun-melodi-2/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Sirna</title>
		<description>Saat mentari sirna
dalam pelukan seekor bidadari
Hati teriris duka
menanti sang rembulan penuhi janji

Bagai punguk merindukan bulan
terkurung beku diruang bisu
hanya diam mulut bersumpah
tubuh kaku beku termakan rindu

hancur
sirna
basi
mati

untuk seekor bidadari terkurung sepi. </description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/sirna/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Jejak langkah bidadari</title>
		<description>Pijak kaki kaku di pantai
Jejak basi bisu ditelan ombak
Sang banyu perlahan berontak
Hentak kaki melangkah santai

Langit merah merekah padam
Sang surya jauh ditelan samudera
Sejauh pandang menjelang malam
Diam kaku tak bersuara

Diujung horison mengucap janji
santun kata merangkai puji
mulut bersumpah memohon do'a
do'a sang insan penikmat dunia

Jejak kaki kaku ditelan ombak
di ujung horison sang surya padam
Wahai ...</description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/jejak-langkah-bidadari/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Enyah lah</title>
		<description>pikirku terbang bersama duka
tangisku bernyanyi bersama luka
mimpiku punah bersama angan
asaku mati bersama kenangan

tarian jemari bernyanyi pantun
lidah berdarah tergores santun
hati meringis menangisi luka
mulut bersumpah memohon do’a

@danze, ruang bisu </description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/enyah-lah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Untuk Seekor Bidadari (part II)</title>
		<description>Untuk seekor bidadari

bidadari,
kau hinggap di dahanku
dahan penuh kesombongan dan tipuan
kepalsuan dan kemunafikan
berharap secercik cintaku

bidadariku,
jangan kau rusak akar cintaku
dengan luka sayap patahmu
aku hanya ingin cintamu
bukan cerita lukamu. </description>
		<link>http://www.munajatcinta.com/untuk-seekor-bidadari-part-ii/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
